JAKARTA (DKI). GP– Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei buka suara mengenai tekanan ekonomi yang diberikan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Khamenei menyerukan agar Iran memperkuat perekonomian nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat rangkaian sanksi baru Washington. Kebijakan Amerika Serikat diarahkan untuk membatasi hubungan perdagangan dan keuangan Iran dengan negara-negara lain.
Mojtaba Khamenei menilai Iran perlu meningkatkan kemampuan ekonomi dari dalam negeri untuk menghadapi tekanan tersebut. Ia mendorong pemerintah meningkatkan produksi nasional serta memperkuat investasi di berbagai sektor yang dianggap strategis.
Menurut Khamenei, peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri menjadi salah satu cara menghadapi berbagai persoalan ekonomi. Pemerintah Iran juga diminta memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia di tengah tekanan dan pembatasan ekonomi.
Selain produksi, Khamenei meminta pemerintah memperhatikan sejumlah persoalan domestik. Beberapa di antaranya adalah inflasi, pengangguran, stabilitas harga, serta pengaturan pasar barang dan jasa.
Ia juga menyerukan agar penggunaan dolar Amerika Serikat secara bertahap dikurangi dalam aktivitas perekonomian Iran. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Teheran menjalankan konsep yang disebut sebagai ekonomi perlawanan.
Tekanan ekonomi terhadap Iran meningkat setelah Amerika Serikat memperluas sanksi terhadap sejumlah entitas dan pihak yang dianggap membantu perekonomian Teheran. Washington juga memperingatkan negara maupun perusahaan yang tetap melakukan transaksi dengan Iran dapat menghadapi konsekuensi dari Amerika Serikat.
Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap mata uang Iran. Nilai rial dilaporkan merosot hingga mencapai level terendah terhadap dolar di pasar bebas, sementara inflasi dan persoalan ekonomi menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian.
Di tengah situasi tersebut, Mojtaba juga memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Pezeshkian. Pemerintah dinilai telah berupaya menjaga ketersediaan barang dan layanan yang dibutuhkan masyarakat, memperbaiki fasilitas penting serta mengelola pasokan energi.
Mojtaba Khamenei juga meminta masyarakat Iran menjaga persatuan. Ia memperingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat mengganggu kohesi sosial ketika negara menghadapi tekanan ekonomi dan situasi keamanan yang sulit.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Teheran berusaha menghadapi tekanan Amerika Serikat tidak hanya melalui kebijakan politik dan pertahanan, tetapi juga dengan memperkuat ketahanan ekonomi domestik.
Sementara itu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung. Washington terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran, sedangkan Iran menyatakan akan mempertahankan kepentingan nasional dan menolak tekanan yang dianggap mengancam kedaulatan negara.
Dengan kondisi ekonomi yang semakin tertekan, kebijakan pemerintah Iran dalam menjaga pasokan kebutuhan pokok, mengendalikan harga, meningkatkan produksi dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar akan menjadi perhatian dalam menghadapi sanksi Amerika Serikat.
#GP | DF






Tidak ada komentar:
Posting Komentar