Pasar Raya Padang Kembali Bersinar di Tangan Fadly Amran - Go Parlement | Portal Berita

Pasar Raya Padang Kembali Bersinar di Tangan Fadly Amran

Jumat, Mei 08, 2026

 


Oleh: Isa Kurniawan


Di bawah kepemimpinan Fadly Amran, wajah Pasar Raya Padang perlahan berubah. Kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan kesemrawutan, kemacetan, parkir liar, dan pedagang kaki lima yang memadati badan jalan, kini mulai tampil lebih tertata, terang, dan nyaman dipandang. Banyak warga menyebutnya sederhana: Pasar Raya kini “glowing”.


Perubahan itu bukan sekadar soal estetika kota. Ini adalah soal keberanian mengambil keputusan terhadap persoalan lama yang bertahun-tahun dianggap sulit disentuh. Dari Simpang Air Mancur hingga kawasan Permindo, suasana pasar kini terasa lebih lapang. Jalan yang sebelumnya dipenuhi tenda-tenda semrawut sudah mulai terbuka. Kendaraan dapat parkir dengan lebih tertib. Pejalan kaki pun mulai kembali mendapatkan hak atas trotoar dan selasar.


Meski masih ada beberapa titik yang membutuhkan perhatian, seperti kawasan Simpang Tiga Bioskop Mulia, namun secara umum denyut baru Pasar Raya mulai terasa. Wajah pusat perdagangan terbesar di Kota Padang itu tampak lebih manusiawi dan lebih layak sebagai jantung ekonomi kota.


Tentu perubahan seperti ini tidak lahir tanpa tantangan. Menata pasar tradisional bukan perkara mudah. Ada kebiasaan lama yang sudah mengakar, ada kepentingan ekonomi masyarakat kecil, dan ada dinamika sosial yang sangat kompleks. Karena itu, setiap kebijakan penertiban hampir selalu menghadirkan pro dan kontra.


Namun di situlah kepemimpinan diuji. Ketegasan harus berjalan berdampingan dengan solusi. Penataan tidak cukup hanya dengan penggusuran, tetapi juga harus menghadirkan jalan keluar bagi para pedagang agar tetap bisa mencari nafkah secara layak. Pendekatan seperti inilah yang tampaknya mulai terlihat dalam penataan Pasar Raya Padang saat ini.


Apa yang dilakukan Fadly Amran juga mengingatkan publik pada keberhasilan Mahyeldi ketika menata pasar-pasar satelit di Kota Padang beberapa tahun lalu. Saat itu, Pasar Bandar Buat, Pasar Siteba, hingga Pasar Lubuk Buaya sempat dianggap terlalu semrawut untuk ditertibkan. Namun dengan ketegasan dan konsistensi, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi lebih tertib dan nyaman.


Kini, semangat yang sama tampaknya berlanjut di Pasar Raya Padang.


Pasar Raya sendiri bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah bagian penting dari sejarah perdagangan Sumatera Barat. Sejak zaman kolonial Belanda, kawasan ini telah menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Bahkan pada era 1980-an, Pasar Raya Padang menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di kawasan barat Sumatera yang menghubungkan aktivitas ekonomi Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Bengkulu.


Banyak pedagang besar lahir dari pasar ini. Pasar Raya adalah “sekolah kehidupan” bagi para perantau Minang sebelum mereka mengadu nasib ke berbagai daerah.


Namun perjalanan panjang pasar ini juga penuh luka. Kebakaran berulang kali melanda kawasan pasar. Gempa bumi 2009 semakin memperparah kerusakan infrastruktur. Belum lagi perubahan tata kota dan hilangnya terminal besar seperti Terminal Lintas Andalas serta Terminal Goan Hoat yang dahulu menjadi denyut mobilitas perdagangan masyarakat.


Karena itu, penataan yang dilakukan hari ini bukan hanya soal mempercantik kota, tetapi juga upaya menghidupkan kembali marwah Pasar Raya Padang sebagai pusat ekonomi rakyat.


Kini bangunan Fase VII sudah berdiri lebih baik. Kawasan pasar mulai terlihat tertata. Dan yang paling penting, ada harapan baru bahwa Pasar Raya Padang bisa kembali menjadi pusat perdagangan yang nyaman, modern, tetapi tetap berjiwa rakyat.


Perubahan memang tidak selalu menyenangkan bagi semua pihak. Akan selalu ada suara yang mendukung dan ada pula yang menolak. Namun sejarah kota-kota besar menunjukkan satu hal: keberanian menata ruang publik adalah bagian penting dari membangun peradaban kota yang lebih baik.


Dan hari ini, Pasar Raya Padang sedang bergerak menuju arah itu.

#GP | Goresan Tulisan Ini Diolah Dari Isa Kurniawan| Ce

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS