Sijunjung (SUMBAR).GP- Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke 76 IGTKI Kabupaten Sijunjung dimeriahkan dengan menggelar senam dan jalan santai sekitar 400 orang guru TK yang bertolak dari RTH menuju Pasar Inpres dan lanjut ke Pulau Barambai dan finis di RTH kembali.
Sebelum senam dan jalan santai, acara ini dibuka secara resmi oleh Bunda Paud Kabupaten Sijunjung Ny.Riri Benny Dwifa dengan kata sambutan dari Kadisdikbud Puji Basuki, S.P., MMA didampingi Kabid Pembinaan Paud dan PNF Delvianti, SE., M.Pd., dan dihadiri para Kasi dan staf Bidang Paud Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung.
Ketua IGTKI Kabupaten Sijunjung, Verawati, M.Pd selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan, 76 th usia organisasi IGTKI ini, adalah masa yang tidak muda lagi dan organisasi ini adalah organisasi yang selalu memberikan kebaikan untuk para guru- guru Taman kanak-kanak ( TK )
TK adalah bagian dari Paud yang formal, anak usia TK adalah 4 sd 6 th, untuk itu barangkali satu tahun pra sekolah yang sekarang sedang di kampanyekan oleh Kemendikdasmen perlu menjadi perhatian kita bersama.
Bunda Paud dalam sambutannya mempertanyakan, kenapa ada anak yang malas masuk TK dari KB ? Kenapa dia begitu langsung meloncat ke SD tanya Bunda Paud lagi. Lalu Bunda menjawab sendiri, kemungkinan atau barangkali karena ibu-ibunya kurang bersahabat dengan anak.
Maka sayogianyalah, seorang guru TK mempunyai hal yang sangat loyalitas dengan anak Paud, sehingga mempunyai daya saing dengan memberikan yang terbaik buat sekolahnya. Wajar 13 tahun yang sedang dikampanyekan saat ini adalah motivasi bagi guru TK bagaimana mengambil hati orang tua agar anaknya masuk ke TK sebelum masuk ke SD.
Bunda Paud menghimbau Para Guru TK, agar membawa anak anak nya untuk studitiru ke SD terdekat, seperti yang telah di lakukan TKN Pembina Sijunjung ke SDN 22 Muaro, Senin lalu, yang juga saya menyaksikannya," papar Bunda Riri.
Kadis Dikbud Puji Basuki, dalam sambutannya, menyatakan Paud itu adalah nama satuannya dan layanannya berbeda-beda. Ada layanan TK (Formal) ada . Kelompok bermain (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) kedua (Non Formal) jangan sampai ada yang berebutan anak.
Jika di satuan pendidikan tersebut tidak pandai memanfaatkan azas kebaikan maka dengan sendirinya terkontaminasi dengan kurangnya layanan ibu-ibu TK terhadap anak sehingga anak tidak betah berada di sekolah.
"Kedepannya ciptakanlah suasana yang kondusif sehingga tercipta satuan pendidikan yang aman dan nyaman ketika berada di sekolah," himbau Puji.
Saat ini Kemendikdasmen juga mengkampanyekan suasana lingkungan aman dan nyaman di satuan pendidikan, jangan ada lagi anak yang tak masuk Paud menjelang ke SD.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar