Padang Panjang(SUMBAR).GP— Ajang GenRe Rewards dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian penting dalam strategi pembangunan generasi muda. Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Imbral yang menilai kegiatan tersebut memiliki dampak positif hingga ke tingkat provinsi dan nasional.
“GenRe Rewards ini sangat strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda. Ini bukan hanya ajang penghargaan, tetapi bagian dari upaya membangun karakter, kreativitas, dan daya saing pemuda di Kota Padang Panjang,” ujar Imbral, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, DPRD memandang kegiatan ini layak didorong menjadi bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM). Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tidak berhenti pada seremoni belaka.
“Kegiatan ini harus memiliki output dan tindak lanjut yang jelas, sehingga benar-benar memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Dari sisi anggaran, Imbral mengakui keterbatasan yang ada. Untuk pelaksanaan tahun ini, kegiatan hanya didukung anggaran sekitar Rp80 juta.
Meski demikian, ia mengapresiasi kesiapan panitia yang dinilai mampu menyelenggarakan acara dengan baik.
“Terkait anggaran, tentu sudah melalui pembahasan bersama DPRD. Kami memastikan setiap rupiah digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. DPRD juga menjalankan fungsi pengawasan agar penggunaan anggaran sesuai aturan,” jelasnya.
Ia menegaskan, DPRD akan terus melakukan pengawasan melalui komisi terkait dan evaluasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD), guna memastikan kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tanpa dampak.
Lebih jauh, Imbral berharap ajang GenRe mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif dari generasi muda yang dapat difasilitasi pemerintah daerah untuk diimplementasikan.
“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi dari peningkatan kapasitas pemuda, lahirnya inovasi, serta kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai budaya lokal sebagai fondasi utama dalam pengembangan generasi muda.
“Kita ingin generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya, tetapi justru menjadikannya sebagai kekuatan dalam berinovasi,” tambahnya.
Untuk itu, DPRD mendorong adanya program pembinaan berkelanjutan, seperti mentoring, inkubasi ide, serta dukungan lanjutan bagi para peserta.
“Diperlukan roadmap yang jelas dan evaluasi berkelanjutan agar kegiatan ini tidak berhenti di seremoni saja,” ungkap Imbral.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, DPRD tetap berkomitmen membuka ruang evaluasi dan perbaikan ke depan.
“Tentu jika ada kelemahan, kami terbuka untuk evaluasi bahkan perbaikan secara menyeluruh demi hasil yang lebih optimal,” tutupnya.
#GP | Ce







Tidak ada komentar:
Posting Komentar