Padang Panjang(SUMBAR).GP – Menjelang genap 100 tahun peristiwa gempa dahsyat 28 Juni 1926, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “1 Abad Gempa Padang Panjang” insyaallah akan digelar Rabu besok.
Kegiatan FGD ini digagas dan diselenggarakan bersama oleh Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) dan Alpha Rescue.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Munafri dalam konferensi pers, didampingi Sekretaris Panitia Eko Susilo, Bendahara Hermayanti, Muhakim, dan jajaran panitia lainnya kepada awak media.
Munafri menegaskan, kegiatan ini sama sekali bukan untuk merayakan musibah, melainkan momen mengenang sejarah, mengambil pelajaran, serta mengevaluasi kesiapan kota yang berada di atas jalur Sesar Semangko ini.
Tujuan utamanya mengubah pola pikir masyarakat dari merasa aman menjadi waspada dan tangguh bencana.
“FGD ini kami harapkan menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperjelas fungsi masing-masing pemangku kepentingan, serta merumuskan langkah nyata mitigasi. Mulai dari tahap persiapan, saat kejadian, hingga pemulihan pasca bencana harus jelas tanggung jawabnya,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, kegiatan ini terbagi dalam tiga tahapan besar. FGD ke-2 rencananya digelar akhir bulan Mei ini dengan menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI), yang akan membahas kesiapan layanan kesehatan dan pertolongan korban.
Selanjutnya, FGD ke-3 diagendakan pertengahan Juni mendatang dengan mendatangkan narasumber dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Pada tahap terakhir ini, fokus utamanya adalah merumuskan dan menyusun draf Peraturan Daerah (Perda) tentang Kebencanaan, agar ada payung hukum yang kuat bagi penanggulangan bencana di Padang Panjang khsunya Sumatera Barat ke depan.
Ia menekankan, keterbukaan informasi memegang peran vital. PJKIP berkomitmen menjadi jembatan informasi, memastikan data cepat dan akurat tersebar, serta mengawasi penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Padang Panjang yang rawan gempa, longsor, dan bencana lain, wajib memasukkan unsur keamanan dalam setiap pembangunan.
“Kami berharap seluruh rangkaian diskusi ini melahirkan kebersamaan sejati, kolaborasi semua elemen, dan membangun budaya siaga. Harapannya, sejarah kelam tidak terulang, dan Padang Panjang menjadi kota tangguh, aman, serta sejahtera,” pungkasnya.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar