Rehab Sekolah MAN 3 Padang Panjang Tidak Melibatkan Kamenag dan Pihak Sekolah, PT. Adhi Karya Terkesan Abaikan UU KIP - Go Parlement | Portal Berita

Rehab Sekolah MAN 3 Padang Panjang Tidak Melibatkan Kamenag dan Pihak Sekolah, PT. Adhi Karya Terkesan Abaikan UU KIP

Senin, April 13, 2026

 


Padang Panjang(SUMBAR).GP- Kegiatan pembangunan rehab sekolah MAN 3 Padang Panjang, terkesan abaikan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Perpres No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diundangkan pada 22 Maret 2018 untuk menciptakan pengadaan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. Peraturan ini mengubah paradigma lama, menitikberatkan pada nilai manfaat (value for money), dan telah diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021.


"Ya, proyek pembangunan yang menggunakan dana negara wajib memasang papan nama proyek (plang proyek). Jika tidak ada plang proyek, berarti melanggar aturan transparansi, khususnya UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP dan Perpres No. 16 Tahun 2018 (serta perubahannya), yang berpotensi menjadi proyek "siluman" atau sarana korupsi," kata ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Pajang Rifnaldi saat diminta komentarnya, Kamis (2/4/2026) di ruang kerjanya.


Dari informasi yang dirangkum di lapangan, proyek dibawah Kamenag Provinsi Sumatera Barat itu dikerjakan oleh PT. Adhi Karya sejak awal bulan Februari 2026 dan bekerja sama dengan perusahaan lokal setempat selaku sub kontraktor dibidang baja ringan.


Ketika tim redaksi media ini melakukan investigasi ke lapangan tidak ada tampak papan informasi sebagai petunjuk kapan dimulainya pelaksanaan pekerjaan dan berapa anggarannya.?


Sementara aset sekolah, seperti pembongkaran atap dan kayu kuda-kuda yang seharusnya dilelang juga tidak ada informasinya.


"Saya lihat aset pembongkaran ini dibawah keluar oleh oknum sekolah," ujar masyarakat yang namanya enggan dipublis.

Kakamenag Tidak Dilibatkan

Kakamenag Padang Panjang melalui Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Emi Ratna Aprilana, S.Pd ketika dikonfirmasi diruang kerjanya menyebutkan, Diawali dengan cuaca extrim pada akhir 2025 lalu, sehingga ada beberapa Sekolah Madrsah kita yang terdampak bencana, seperti atapnya yang terbang dan plafon ambruk, sehingga komputer dan pustaka kita basah dan terjadi banyak kerusakan.


Setelah itu pendataan dari pusat melalui Kanwil. Pendataan ini dilakukan oleh tim PPS, yakni tim penanganan strategis bencana dari Kemen PUPR. Jadi dari Kemen PUPR itu menjalankan link pendataan, dan termasuk Madrasah kita di Padang Panjang yakni MAN 1, MAN 2 dan MAN 3 dan MI Swasta Alkhair.


"Kita Kemenag Padang Panjang cuma memberikan data secara online dan offline, dan seterusnya tim PUPR la yang melakukan meditasi kerusakan tempat. Sedangkan Kamenag cuma lintas data saja, teknis pekerjaannya obsulod PUPR karena kita memang tidak ada tenaga teknis," kata Emi di ruang kerjanya pekan kemaren.

Terkait dengan kegiatan tersebut kapan dimulai dan berapa anggarannya kita tidak tau. Apa lagi terkait aset yang dibongkar dan papan plang proyek.


"Jadi silahkan saja konfirmasi langsung dengan penanggungjawab lapangannya yakni PT. Adhi Karya," ucap Emi.


MAN 3 Bantah Aset  Dilansir Keluar Sekolah

Kepala Sekolah MAN 3 Padang Panjang Julpiadi Hutabarat, S.Ag., M.Si/M.S.I didampingi Kaur TU MAN 3 Ibrahim, S. IP mengatakan, kegitan yang sedang dilakukan saat ini adalah dampak dari pasca bencana cuaca extrim pada akhir 2025 lalu. Dan ini langsung dilaksankan oleh PUPR Pusat.


"Kita hanya sekadar menerima dan kitapun tidak tahu bagaimana dengan anggaran dan jumlahnya, serta bagaimana tata kerjanya," kata Julpiadi di ruang kerjanya, Senin 13 April 2026.


Terkait dengan aset pembongkran, Julpiadi membantah ada yang melansir keluar MAN 3.


"Tempat kita sempit jadi kita sedang menyiapkan gudang untuk mengumpulkan aset yang telah dibongkar. Apa lagi 12 lokal belajar semuanya dibongkar, sedangkan atap dan kayu kuda, konsen yang dibongkar itu tidak menjadi tanggungjawab PT. Adhi Karya. Sementara kita keterbatasan anggaran sehingga tidak mempunyai tenaga yang cukup untuk mengupulkan aset pembongkaran ini," sebut Julpiadi. 


Ketika ditanyakan catatan dan dokumuntasi aset yang telah terkumpulkan, Julpiadi mengatakan sudah ada, namun Kaur TU MAN 3 Ibrahim menbatah karena ini sedang proses pengumpulan.


"Saat ini catatan dan dokumuntasi aset sesuai prosedur sedang berjalan, kita sedang melakukan inventarisasi karena pekerjaan pembongkar masih belum selesai, dan tidak benar kalau aset pembongkaran ini di lansir keluar sekolah," kata Ibrahim meluruskan keterangan kepala Sekolah MAN 3 Julpiadi Hutabarat. 


Ibrahim juga menjelaskan prosedur pengumpulan aset ini dibonkar dulu semunya, lalu didokumentasikan bersama setelah itu pihak PT, Adhi Karya menyerahkan ke pihak sekolah. 


Namun fakta dilapangan, tampak aset yang dibongkar itu telah dipisahkan dan dikupulkan di sisi sebelah belakang sekolah tampa ada catatan inventarisasi yang jelas dan akurat. 


Ketika ditanyakan kapan pelaksanaan kegiatan ini dimulai, Julpiadi mengatakan akhir bulan Februari 2026 dan dibenarkan Kaur PU nya. Tetapi untuk lebih jelasnya, Julpiadi menyarankan komfirmasi langsung dengan pihak PT, Adhi Karya yang kebetulan pengawas lapangannya ada di lokasi, imbuhnya.



Takut Salah

Pengawas lapangan PT, Adhi Karya Kas Yanto ketika dikomfirmasi menjelaskan tentang kegitan pekerjaan pelaksaan renovasi pasca bencana Sumbar 2. Ketika ditanyakan progres kegitan saat ini, Kas Yanto mengaku ia hanya pengawas lapangan saja dan takut salah menyampaikan keterangan. 


"Pelaksanaan kegitan ini sampai bulan juni, dan kegiatan dimulai menjelang bulan puasa kemaren. Untuk lebih teknis dan detilnya, saya tidak diizinkan untuk memberikan keterangan jadi tidak berani menjawab dan takut salah, untuk konfirmasi silakan menghubungi pejabat Humas di kantor Padang atas nama Awal Fajar," jawab Yanto dan langsung memberikan nomor kontak pejabat terkait.


Awal Fajar selaku pejabat Humas di kantor Adi Karya Padang, saat dihubungi tidak menjawab panggilan. Namun melalui pesan chat aplikasi WhatsApp, Fajar hanya menjawab untuk saat ini plang proyek masih menunggu antrean cetak.


Fajar dikesempatan itu juga mengaku, saat ini belum bisa menanggapi konfirmasi lebih jauh, karena dirinya sedang tidak berada di Sumbar dan tengah mendampingi puteranya yang dirawat.


"Terkait papan informasi kita sudah terpasang di beberapa titik seperti MAN 2 dan lainnya. Namun untuk di MAN 3, tengah proses cetak karena antre dengan customer lainnya," jawab Fajar melalui pesan singkat.


Saat berita ini dilansir, belum ada keterang resmi dari pihak Adhi Karya tentang spesifikasi dan standar SOP serta progres kegitannya.


#GP | Ce | Tim Red


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS