Jakarta(DKI).GP– Aroma busuk korupsi kembali menyengat! Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang seharusnya jadi garda depan perbaikan gizi rakyat, kini justru jadi episentrum skandal "laptop siluman" senilai ratusan miliar rupiah. Kepala BGN, Dadan Hindayana, dituding terlibat dalam pengadaan laptop dan pembangunan jaringan yang penuh kejanggalan, menyeret Perum Peruri, perusahaan percetakan uang, ke dalam pusaran korupsi.
Bagaimana mungkin Peruri, yang core bisnisnya mencetak uang, tiba-tiba banting setir jadi "tukang rakit" laptop dan jaringan? Pertanyaan ini menggema di kalangan pengamat dan aktivis antikorupsi.
Berdasarkan data internal BGN, proyek dengan pagu Rp1,2 triliun ini dipecah menjadi dua bagian: pembangunan jaringan (Rp500 miliar) dan pengadaan laptop (Rp300 miliar). Namun, kejanggalan terbesar terletak pada proyek jaringan, di mana biaya riil diperkirakan hanya Rp100 miliar, sementara sisanya Rp400 miliar dialokasikan untuk "honor pengerjaan" yang fantastis.
Wilson Lalengke Geram: "Tangkap Kepala BGN Sekarang Juga!"
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, mengecam keras skandal ini. "Ini perampokan uang rakyat! BGN yang seharusnya mengurus perut rakyat, malah sibuk mengenyangkan perut pejabatnya. Bagaimana mungkin Peruri jadi tukang rakit laptop? Ini kolusi jahat!" serunya.
Wilson mendesak KPK untuk segera menangkap Kepala BGN dan jajaran direksi Peruri yang terlibat. "Kerugian negara Rp500 miliar! Jangan biarkan bandit berdasi ini merampok uang rakyat. Ini sabotase terhadap program gizi nasional!" tegasnya.
Filosofi Korupsi: Ketika Kekuasaan Jadi Monster
Skandal BGN mengonfirmasi kekhawatiran para filsuf tentang kekuasaan yang korup. Thomas Hobbes mengingatkan bahwa negara tanpa pengawasan bisa jadi "monster" yang memangsa rakyat. Immanuel Kant menekankan bahwa korupsi adalah pengkhianatan terhadap "kewajiban moral." John Locke menegaskan bahwa pemerintah kehilangan legitimasinya saat mengkhianati kepercayaan rakyat.
Darurat Integritas: Negara Tak Boleh Kalah!
Skandal BGN bukan hanya soal uang, tapi juga soal runtuhnya kepercayaan publik. Proyek ini harus dihentikan dan diaudit total oleh BPK dan KPK. Negara tidak boleh kalah oleh "bandit" yang bersembunyi di balik regulasi. Jika korupsi ini tak diusut tuntas, setiap butir makanan bergizi akan terasa pahit karena bercampur air mata rakyat yang dikhianati.
#GP | Tim | Red






Tidak ada komentar:
Posting Komentar