Tanah Datar (SUMBAR).GP- "Selama sebulan penuh, kita telah berusaha membebaskan diri dari keterikatan kepada dunia yang penuh godaan, semua waktu telah kita isi dengan berbagai bentuk ibadah kepada Allah sehingga bagi shaimin dan shaimat, tidak ada waktu tanpa ibadah. Beribadah dalam berjuang melawan gelora nafsu, bertarung melawan godaan syaithan, untuk mencapai derajat taqwa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala".
Demikian antara lain ditegaskan khatib Idul Fitri Buya Afdal, S.TP dari Kota Padang dilapangan Topian Jorong Koto Gadih Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar, Jum at, (20/3/2026)
Amatlah wajar, kalau kemeriahan hari ini kita isi dengan saling bermaafan, saling berjabat tangan, mengharap ridha Allah. Secara timbal balik, dengan saling mengucapkan “taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa Karim”, kiranya Allah menerima amal bakti kita semua, teristimewa amal ibadah kita sendiri. Terimalah wahai Allah Yang Maha Karim.
Kepada setiap shaimin dan shaimat, yang baru meninggalkan Ramadhan beberapa jam yang lewat, kita ucapkan pula “minal ‘aidin wal faa izin, wa kullu ‘aamin wa antum bi khairin. "Berbahagialah siapa yang telah kembali dari perjuangan besar, yaitu jihadun-nafsi," tegas Khatib yang orang juga Sumando Jorong Koto Gadih itu.
Diterangkannya, ibadah yang sudah kita lakukan adalah jalan yang ditunjukkan oleh Allah, agar kita menjadi seorang yang mulia dihadapan-Nya, yakni manusia yang bertakwa.
Takwa adalah benteng kehidupan dan perisai hati. Bertaqwa artinya : “memelihara diri agar jangan terperosok kepada suatu perbuatan yang tidak diredhai Allah Subhanahu wa Ta`ala serta, memelihara perintah-perintah-Nya supaya tetap ditegakkan”
Bagi orang yang akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan/atau menduduki jabatan esekutif mulai dari paling rendah sampai ke pemerintah pusat adalah Berqakwa Kepada Tuhan yang Maha Esa.
Persyaratan ini menempati posisi yang paling atas, tetapi tidak bisa dibuktikan sebuah dokumen atau bukti fisik.
Berbeda dengan persyaratan yang lain yang bisa dibuktikan dengan dokumen. Tetapi akibat dari persyaratan yang utama ini kalau tidak terpenuhi sangat jelas sekali.
Seseorang yang tanpa kekuatan aqidah, tidak memiliki ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam menjalankan jabatannya akan mudah berbuat sekehedak hatinya, dan akibat buruk dari perbuatannya akan dirasakan oleh rakyat yang dia pimpin.
Dalam melakukan kebijakan dan menghasilkan peraturan perundang-undangan akan bisa dilihat jelas mana yang dibuat dengan jiwa yang bertaqwa dan mana yang dibuat menurut hawa nafsu duniawi.
Sekiranya manusia bertaqwa, maka ia akan berbuat dan bertindak dengan penuh perhitungan dan pertimbangan baik dan buruk.
Ia akan menyeimbangkan antara kepentingan pribadi dan kemashlahatan umat. Dengan demikian tentulah ketenteraman dan kenyamanan hidup bermasyarakat akan dapat terwujud dengan sendirinya.
Diakhir khotbahnya Buya Afdal berharap, kiranya kedamaian sehabis puasa ini, dapat kita pertahankan untuk menyonsong masa depan yang masih panjang. Dan sisa umur yang masih tinggal, dapat membina kehidupan yang lebih indah dan berkesan, yaitu kehidupan yang mardhatillah—kehidupan yang diridhai Allah llah, yang akan menjamin kita di muka pengadilan Tuhan di padang Mahsyar nanti.
Sebelumnya dihadapan ratusan umat muslim dan muslimah tim Pengurus Masjid Lasykar dipimpin Tarmizi, S.Ag menghimpun dana untuk kegiatan pembangunan dan program kerja seperti melanjutkan tingkat dua masjid Lasykar dan pembinaan anak dan dakwah bagi generasi serta santunan anak yatim di lingkungan masjid setempat.
Kepada warga masyarakat Koto Gadih baik yang di perantauan maupun yang bermukim di kampung halaman Ustadz Tarmizi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan moral dan material yang diberikan demi kelancaran pelaksanaan program kerja di masjid Lasykar Koto Gadih ini.
Dalam suasana panas mata hari pagi menjelang siang terpancar begitu teriknya di lapangan shalat Idul Fitri, namun terlihat kaum muslimin dan muslimat mengikuti serius dengan penuh khusuk rangkaian kegiatan shalat Idul Fitri tahun 1447 Hijriah ini.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar