Sijunjung (SUMBAR).GP- Di era globalisasi ini masih banyak sosok pahlawan keluarga. Akrab dipanggil dengan Bu Suwardi. Namanya sendiri Margiyati, karena nama suaminya Suwardi.
Margiyati adalah salah satu warga transmigrasi yang sudah berusia 55 tahun, boleh di kata sudah masuk lanjut usia, tetapi masih sehat dan selalu semangat.
Beliau transmigran dari Jawa Tengah penempatan dilokasi transmigrasi UPT Padang Tarok tahun 2018. Rumahnya di blok D UPT Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung
Sehari hari pekerjaannya membantu suaminya merawat lahan sawit , pisang, sayuran, Selain berkebun di lahan Bu Suwardi juga kreatif usaha mandiri ( home industri) membuat tahu dan tempe kedelai.
Koordinator UPT Padang Tarok Poniman, S.St menyampaikan kreativitas warga transmigrasi UPT Padang Tarok dalam menghidupkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM ) kreativitas nya bervariasi dan semangat kerja ingin berdikari (mandiri) sangat tinggi, seperti yang dilakukan Bu Suwardi ini, patut di contoh oleh generasi penerus bangsa Indonesia pada umumnya khusus bagi generasi muda penerus pembangunan di UPT Padang Tarok.
Menurut Poniman, ibu Suwardi domisili di blok D Transmigrasi UPT Padang Tarok, salah satu sosok ibu Rumah tangga yang sudah memasuki lanjut usia tetapi semangat nya tidak mau kalah dengan anak muda.
Bu Suwardi selain membuat tahu dan tempe, ia membuat makanan jajanan pasar, seperti roti kukus, gorengan tempe, tahu, bakwan.
Hasil produksi home industrinya itu, tahu, ada yang di titipkan ke warung warung dan ada yang langsung dijual sendiri di sekolah , dari rumah ke rumah. Rata rata 2- 3 hari dalam sepekan beliau keliling menjual hasil produksi home industri nya, keliling berjalan kaki sambil menggendong dagangannya dari rumahnya di blok D ke ke blok E, mampir di sekolah, terus keliling ke blok C, dilanjutkan ke blok A dan terakhir di blok B.
Saat ia mampir di rumah saya, ujar Poniman, semua jualan habis laris manis. Rata rata produksi tempe 2,5 - 5 kg , banyak pesanan dari warga jika ada acara hajatan, pengajian. Pada acara rutin Yasinan di setiap blok setiap hari Kamis malam Jumat, maka produksi tahu dan tempenya lebih banyak pula.
Bu Suwardi juga menerima pesanan jajanan pasar Snack , roti kukus, gorengan tahu, tempe, bakwan, pisang goreng, timus yang bahan dasarnya dibuat dari ubi rambat dan bahkan juga menerima pesanan nasi bungkus saat warga ada acara pengajian.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar