- Go Parlement | Portal Berita
Sabtu, Januari 24, 2026

 Gerak Masayarakat Hidup Sehat

“Mengapa Tubuh Kita Butuh Aktivitas Fisik Setiap Hari”


Penulis

Prof. Dr. Khairuddin.,M.Kes.,AIFO

Kepakaran Bidang Ilmu “Pendidikan Olahraga dan Kesehatan".




Padang (SUMBAR).GP- Tubuh manusia pada dasarnya diciptakan untuk bergerak. Sejak zaman dahulu, manusia terbiasa berjalan jauh, bekerja dengan tenaga fisik, dan beraktivitas tanpa banyak duduk diam. Namun kini, gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering duduk, menatap layar, dan lupa bergerak.(Giriwijoyo & Sidik, 2012; WHO, 2020).Padahal, aktivitas fisik tidak selalu berarti olahraga berat atau latihan di pusat kebugaran. Kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, menyapu rumah, naik tangga, atau bermain dengan anak sudah termasuk aktivitas fisik yang menyehatkan.(WHO, 2020; Pangrazi, 2007)


Sumber : Kemenkes RI (2021)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang bergerak dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gaya hidup kurang aktif sebagai salah satu penyebab utama penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, dan obesitas.(WHO, 2020).Ketika tubuh aktif bergerak, jantung bekerja lebih kuat dan efisien. Aliran darah menjadi lancar, oksigen tersebar dengan baik ke seluruh tubuh, dan organ-organ vital dapat berfungsi secara optimal.(Fox, Bowers, & Foss, 1993).Aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga kebugaran jasmani. Tubuh yang bugar membuat seseorang mampu menjalani aktivitas sehari-hari tanpa mudah lelah, sehingga kualitas hidup pun meningkat. (Sharkey, 2003)



Sumber : Kemenkes RI (2021)

Para ahli pendidikan jasmani menjelaskan bahwa kebugaran jasmani tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kemampuan berpikir dan produktivitas.(Pangrazi, 2007; Sharkey, 2003)Manfaat gerak tidak berhenti pada fisik saja. Aktivitas fisik membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati melalui pelepasan hormon endorfin. (Fox et al., 1993; WHO, 2020)

Bagi anak-anak dan remaja, bergerak sangat penting untuk pertumbuhan tulang, perkembangan otot, serta pembentukan karakter seperti disiplin dan sportivitas. (Pangrazi, 2007; Giriwijoyo & Sidik, 2012)Di sekolah, pendidikan jasmani memiliki peran besar dalam menanamkan kebiasaan hidup aktif melalui pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.(Pangrazi, 2007) Anak yang terbiasa aktif sejak dini cenderung membawa kebiasaan hidup sehat hingga dewasa. Sebaliknya, kurang gerak sejak kecil meningkatkan risiko masalah kesehatan di masa depan.(WHO, 2020)

Pada usia dewasa, aktivitas fisik membantu menjaga berat badan ideal dan menurunkan risiko penyakit degeneratif. Aktivitas ringan yang rutin lebih efektif dibandingkan olahraga berat yang jarang dilakukan. (Sharkey, 2003; WHO, 2020)Bagi lanjut usia, aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan membantu menjaga keseimbangan, fleksibilitas, dan kemandirian.(WHO, 2020; Giriwijoyo & Sidik, 2012)

Aktivitas fisik terstruktur seperti senam dan jalan cepat memberikan manfaat terarah karena dilakukan dengan prinsip latihan yang benar.(Fox et al., 1993; Sharkey, 2003)Namun demikian, konsistensi bergerak setiap hari jauh lebih penting dibandingkan intensitas yang tinggi tetapi jarang dilakukan.(WHO, 2020)Teknologi sering dianggap sebagai penyebab gaya hidup pasif, padahal dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas fisik melalui aplikasi kebugaran dan pengingat gerak.(WHO, 2020)


Sumber : Depkes RI (2022I

Keluarga memegang peran penting dalam membentuk kebiasaan bergerak. Orang tua yang aktif menjadi teladan nyata bagi anak-anak. (Pangrazi, 2007) Lingkungan yang menyediakan ruang terbuka hijau dan fasilitas olahraga mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak.(WHO, 2020) Dalam pendidikan olahraga dan kesehatan, aktivitas fisik diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sepanjang hayat.(Pangrazi, 2007; Giriwijoyo & Sidik, 2012)Para ahli sepakat bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan aktivitas sesaat.(Sharkey, 2003; Fox et al., 1993)

Agar dapat dilakukan terus-menerus, aktivitas fisik harus menyenangkan dan sesuai minat individu.(Pangrazi, 2007)Selain menyehatkan tubuh, aktivitas fisik juga meningkatkan interaksi sosial dan kualitas hidup.(WHO, 2020)Dalam kehidupan sehari-hari, langkah kecil seperti mengurangi duduk terlalu lama dan lebih sering berjalan sudah memberi dampak positif bagi kesehatan.(WHO, 2020)

Kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik perlu terus ditumbuhkan melalui pendidikan, media, dan kebijakan publik.(WHO, 2020)Jika masyarakat terbiasa bergerak sejak dini, derajat kesehatan akan meningkat dan beban penyakit dapat ditekan.(WHO, 2020; Sharkey, 2003)Pada akhirnya, gerak merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang menentukan kualitas hidup manusia.(Giriwijoyo & Sidik, 2012; Pangrazi, 2007)

Kesimpulan

Tubuh manusia membutuhkan gerak setiap hari agar tetap sehat dan bugar. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, baik ringan maupun terstruktur, mampu menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. Melalui pendidikan olahraga dan kebiasaan hidup aktif, gerak dapat menjadi bagian alami dari kehidupan sehari-hari.


Daftar Pustaka

Depkes RI (2021 Gerakan Masyakarat Hidup Sehat (GERMAS)

Fox, E. L., Bowers, R. W., & Foss, M. L. (1993). The Physiological Basis of Exercise and Sport. Dubuque: Brown & Benchmark.

Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2012). Ilmu Faal Olahraga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pangrazi, R. P. (2007). Dynamic Physical Education for Elementary School Children. Boston: Pearson Education.

Sharkey, B. J. (2003). Fitness and Health. Champaign, IL: Human Kinetics.

World Health Organization. (2020). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva: WHO.


#GP | Padang | 23 Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS