Padang Panjang(SUMBAR).GP- Kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra terus menghadirkan perubahan nyata bagi Kota Padang Panjang. Sejak dipercaya memimpin kota ini, keduanya menunjukkan komitmen kuat melalui kerja-kerja terukur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Hendri–Allex bergerak cepat menjalankan visi besar “Padang Panjang Kota Serambi Mekkah yang Maju, Sejahtera, dan Bermarwah.” Arah pembangunan pun semakin jelas dan terarah.
Pada periode awal pemerintahannya, berbagai program prioritas digeber sebagai fondasi pembangunan. Fokus diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan layanan publik, reformasi birokrasi, dan perlindungan sosial. Empat pilar ini menjadi landasan utama akselerasi pembangunan kota.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemko memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 4.404 pekerja sektor informal. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan nyata Hendri–Allex terhadap pekerja rentan agar mereka memiliki jaminan sosial yang layak.
Upaya peningkatan kualitas dan kesempatan kerja diperluas melalui pelatihan satpam dan bahasa Jepang. Program ini membuka peluang bagi warga Padang Panjang untuk bekerja tidak hanya secara lokal, tetapi juga hingga ke luar negeri.
Transformasi birokrasi juga menjadi langkah strategis. Pemko mulai menerapkan presensi online berbasis Face Recognition melalui SIMPEGNAS BKN. Inovasi ini menjadi simbol modernisasi pelayanan internal pemerintah.
Unit Pelaksana Teknis Penilaian Kompetensi juga disiapkan untuk mewujudkan sistem merit yang lebih objektif. Hendri–Allex ingin memastikan bahwa kinerja ASN dinilai berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan atau subjektivitas.
Inspektorat Daerah memperkuat peran pengawasan agar setiap program berjalan akuntabel. Termasuk Program Transportasi Gratis bagi Pelajar yang menjadi salah satu inovasi unggulan Pemko dalam mendukung pendidikan yang lebih merata.
Untuk memperkuat fondasi keuangan daerah, Pemko menggencarkan Gerakan Operasi Taat Pajak (OTP). Sebanyak 50 petugas diterjunkan untuk memastikan penataan pajak dan retribusi berjalan efektif, sehingga PAD dapat meningkat dan pembangunan bisa dipercepat.
Di sektor sosial, keseriusan Hendri–Allex terlihat melalui penyaluran bantuan SIATIS kepada 128 warga. Tidak hanya bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga alat bantu disabilitas, sehingga masyarakat yang membutuhkan mendapat perhatian layak.
Peresmian Istana Lansia dan Graha Disabilitas semakin mempertegas bahwa Padang Panjang dibangun untuk semua. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal atau terabaikan.
Penataan kawasan Pasar Pusat menjadi salah satu perubahan yang sangat terasa. Penertiban PKL, pengaturan parkir, dan penerapan sistem satu arah membuat kawasan pasar lebih tertib, nyaman, dan modern.
Sistem parkir baru yang mampu menampung ratusan kendaraan roda dua dan roda empat menambah kenyamanan bagi masyarakat yang berbelanja. Ini merupakan langkah nyata pemerintah menata kota lebih rapi dan ramah bagi pengunjung.
Dalam rangka memperkuat ekonomi warga, Pemko menggagas Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal. Program Tabungan Berkah Serambi Mekkah (BERSAMA) dengan subsidi bunga nol persen turut menjadi solusi bagi UMKM.
Di bidang pengendalian inflasi, Gerakan Tanam Cabai dan Gelar Pangan Murah dihadirkan untuk menjaga stabilitas harga pangan. Program-program ini banyak mendapat apresiasi karena menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Digitalisasi layanan publik turut menunjukkan kemajuan besar Padang Panjang. Aktivasi IKD mencapai 35 persen, tertinggi di Sumatera Barat. Inovasi Padang Panjang Barcode dan integrasinya dengan Lapor Warga memperkuat transparansi pelayanan.
Di bidang kesehatan, PSC 119 menjadi layanan cepat tanggap yang diandalkan. Dengan waktu respons 5–10 menit, warga merasa lebih aman dalam kondisi darurat. Jaminan Kesehatan Masyarakat Padang Panjang juga diperluas hingga mencakup 470 KK.
Identitas Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah terus diperkuat melalui berbagai program keagamaan dan budaya, seperti revitalisasi Islamic Centre dan kelas taklim gratis. Pemerintah ingin memastikan nilai religius tetap menjadi ruh pembangunan.
Sinergi dengan pemerintah pusat juga membuka peluang percepatan pembangunan. Kolaborasi dengan DPR RI menghasilkan sembilan proyek irigasi baru yang memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, kepemimpinan Hendri–Allex diuji saat bencana banjir bandang melanda. Respons cepat pemerintah dalam evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan penyediaan hunian sementara menunjukkan kesigapan mereka melindungi warga.
Prestasi demi prestasi diraih Padang Panjang di berbagai sektor sebagai hasil kerja pemerintahan yang progresif. Dari IPKD nasional, WTP beruntun, Paritrana Award, hingga penghargaan lingkungan, pendidikan, dan BUMD, semuanya mencerminkan kualitas kepemimpinan Hendri–Allex.
Melalui berbagai langkah nyata, inovasi, dan sinergi yang kuat, Hendri Arnis dan Allex Saputra berhasil menempatkan Padang Panjang di jalur percepatan pembangunan. Kota ini bergerak menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan bermarwah—sebagaimana harapan seluruh masyarakat.
#GP | Red








Tidak ada komentar:
Posting Komentar