Keberadaan Aset PTBA-UPO di Kota Sawahlunto Jadi Topik Pembahasan


Sawahlunto(SUMBAR).GP- PTBA-UPO (Perusahaan Tambang Batubara-Unit Pertambangan Ombilin) ibarat tak terpisahkan dengan  Sawahlunto. Karena merupakan satu kesatuan, yang saling terkait dan membutuhkan, dan tentunya akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Hal ini kita ketahui karena sebagian aset yang berada di tengah Kota Sawahlunto, merupakan milik PTBA (BUMN) dan Pemko Sawahlunto dalam hal ini,  pada posisi mengontrak.

Sedikit miris, kalau dalam bahasa vulgar kondisi seperti ini tak ubahnya, seolah "ada negara dalam negara". Atau dengan kata lain, kondisi pengontrak (Pemko Sawahlunto) tentu berada pada posisi tawar yang sangat rendah, bahkan sangat "lemah". Kadang kita yang berada di Sawahlunto  (Ranah Minang), berpikir bolak balik bahkan terbalik. Dalam berbagai masalah atau persoalan yang berhubungan dengan aset, kadang seolah Pemko Sawahlunto "digantuang indak batali" oleh PTBA-UPO.

Kita ambil contoh "kasus" Hotel Ombilin, yang sudah cukup lama dibiarkan kosong dengan alasan akan direnovasi besar-besaran, sekaligus akan dibangun hotel yang representatif oleh PTBA-UPO, yang bekerjasama dengan salah satu pengelola hotel terkemuka di Indonesia. 

Namun hingga detik ini, sudah lebih dari setahun hotel ombilin itu ditutup.

Hal ini tentunya sangat  merugikan bagi Kota Sawahlunto, sebagai kota wisata. Salah satu contoh kecil yang merugikan kota kita adalah berkurangnya lapangan kerja potensial dan sekaligus berkurangnya PAD (Pemasukan Asli Daerah) bagi Pemko dari pajak hotel.

Dari sisi lain, setiap dipertanyakan masalah ini oleh pihak pemko kepada PTBA, selalu mendapatkan jawaban yang tidak pasti dan terkesan mengulur-ngulur dengan alasan masih dalam tahap proses. Bahkan beberapa waktu yang lalu, ditompangkan melalui petinggi Sumbar guna dapat langsung  mempertanyakannya kepada pihak direksi PTBA di Jakarta. Dan mendapat jawaban bahwa rencana pembangunan hotel ombilin tersebut memang sudah direncanakan dan saat ini, sudah dalam tahap proses tender.

Sebagai bagian dari warga Kota Sawahlunto, tentunya menimbulkan pertanyaan bagi kita, "apakah proses tender memang makan waktu lama, sehingga melebihi dari satu tahun kerja,". ujar Mukhtar, salah seorang warga di kota itu.

Disinilah letak salah satu kerumitan persoalan, yang dihadapi oleh  pemko Sawahlunto yang kita ketahui, Sawahlunto sebagai kota wisata dan warisan dunia UNESCO tentu berharap banyak akan kunjungan wisatawan, untuk sekaligus bermalam dan menginap di Kota Sawahlunto.

Karena sudah sekian lamanya waktu dari saat pengosongan hotel oleh pihak PTBA, yang  awalnya juga termasuk pengosongan untuk gedung GPK ditambah dengan minimnya informasi yang didapat, apakah PTBA-UPO sebenarnya mempunyai rencana lain (tersendiri).

Apalagi beberapa waktu belakangan ini, PTBA sedang melakukan aktifitas penataan aset (termasuk dengan batas ulayat) yang mereka miliki, menurut versi mereka (PTBA).

Berbagai asumsi dan argumen dari masyarakat tentunya bermunculan serta mencuat dan mengemuka. Utamanya tentang pembahasan pembangunan hotel ombilin dan terakhir mengenai aset PTBA-UPO, yang ada di Sawahlunto.

Bila kita melihat dan membaca kondisi akhir-akhir ini, kesimpulan dari sebagian masyarakat Sawahlunto pada akhirnya sangat meyakini dan sangat percaya bahwa, sebenarnya PTBA-UPO memang punya rencana lain.

#GP |FD

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred