Sijunjung (SUMBAR).GP— Suasana haru menyelimuti pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) Muhammadiyah se-Sumatera Barat yang digelar di Balairung Lansek Manih, Muaro Sijunjung, Sabtu (7/2/2026).
Wakil Bupati Sijunjung, H. Irraddatillah, tampak emosional saat berjumpa kembali dengan guru yang pernah mendidiknya, Buya Nasri, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pariaman.
Pertemuan penuh kehangatan itu terjadi di sela-sela pembukaan Muspimwil Muhammadiyah Sumbar. Keduanya saling bersalaman dan berpelukan, menjadi momen yang menyentuh hati para peserta yang hadir.
Buya Nasri mengungkapkan rasa bahagianya dapat menyaksikan langsung keberhasilan muridnya yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Sijunjung dua periode plus memberi sambutan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung.
“Kebahagiaan seorang guru adalah melihat muridnya berhasil. Bila mengajar dilakukan dengan ikhlas serta menjadi contoh bagi muridnya, insyaallah akan berhasil. Pahala mengajarkan ilmu yang bermanfaat itu tidak akan pernah putus,” ujar Buya Nasri dengan penuh haru.
Ia juga menuturkan rasa bangganya karena banyak murid yang pernah dididiknya kini telah mengabdi sebagai pejabat dan tokoh masyarakat.
“Kita bangga dengan murid-murid kita. Banyak yang telah menjadi pejabat, di antaranya Ananda Irraddatillah yang kini menjabat Wakil Bupati Sijunjung dua periode.
Saat ini saya jadi Ketua PDM Kota Pariaman sebagai peserta Muspimwil Muhammadiyah Sumatera Barat, paling bahagia sekali mendengar kan sambutan Ananda sang Wabup,” tambahnya.
Buya Nasri mengenang masa lalu ketika dirinya mengajar di MAN Palangki pada tahun 1989 hingga 1993, di dalam masa rentang waktu tersebut ia menjadi guru bagi Irraddatillah.
“Dalam rentang waktu itulah saya mengajar Ananda Irraddatillah,” kenangnya.
Sementara itu, Wabup Sijunjung Irraddatillah menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada sang guru yang telah memberikan ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini menjadi pegangan dalam pengabdiannya sebagai pemimpin daerah.
Momen pertemuan guru dan murid ini menjadi simbol kuat tentang pentingnya peran pendidikan, keikhlasan guru, serta keberkahan ilmu yang terus mengalir dan melahirkan generasi pemimpin di masa depan.
Lebih mengharukan lagi, saat Wabup Irraddatillah menyampaikan kata sambutannya, karena ia terkenang dengan Almarhum Ayahnya yang waktu kecil Wabup sering dibawa oleh Ayanda mengikuti kegiatan Muhammadiyah seperti saat ini.
"Saya terasa kecil kembali, bila berjumpa dengan Buya Buya Muhammadiyah berpakaian seragam seperti sekarang ini," ucap Wabup dalam sambutannya.
#GP | Herman.l






Tidak ada komentar:
Posting Komentar