GOPARLEMENT.COM(TIMOR LESTE)- Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering memamerkan kemajuan lewat gedung pencakar langit dan proyek bernilai triliunan, Timor Leste justru mencuri perhatian dengan cara yang sederhana: membuat hidup rakyatnya lebih ringan.
Negara kecil di Asia Tenggara ini kembali menjadi perbincangan karena konsistensinya menerapkan kebijakan pro-rakyat yang nyata, bukan sekadar slogan. Pendidikan gratis, layanan kesehatan tanpa biaya, tunjangan lansia, hingga pajak kendaraan yang nyaris simbolis—semuanya dirasakan langsung oleh warga, dari desa hingga kota.
Tanpa banyak drama, Timor Leste menunjukkan bahwa ukuran negara tidak selalu berbanding lurus dengan keberpihakan pada rakyat.
Pendidikan dan Kesehatan: Hak, Bukan Privilege
Di Timor Leste, pendidikan dan layanan kesehatan diposisikan sebagai hak dasar, bukan kemewahan. Seluruh masyarakat bisa mengakses sekolah dan fasilitas kesehatan tanpa harus pusing memikirkan biaya.
Ini bukan sekadar meringankan beban ekonomi keluarga, tapi juga investasi jangka panjang. Negara yang memastikan anak-anaknya bisa belajar dan warganya bisa berobat tanpa takut bangkrut, sejatinya sedang menabung masa depan.
Di saat banyak negara masih berdebat soal anggaran, Timor Leste memilih jalan sunyi: langsung bekerja.
Lansia Tidak Ditinggalkan
Salah satu kebijakan yang paling mencolok adalah tunjangan khusus bagi warga berusia 60 tahun ke atas. Di usia ketika tenaga sudah berkurang dan peluang kerja menipis, negara hadir memberi jaminan dasar.
Pesannya jelas: setelah puluhan tahun membangun bangsa, para orang tua tidak dibiarkan bertahan sendirian. Ini bukan soal besar kecilnya nominal, tapi soal pengakuan dan penghormatan.
Pajak Kendaraan: Murah dan Masuk Akal
Kebijakan lain yang membuat banyak orang terkejut adalah pajak kendaraan bermotor. Baik motor kecil maupun besar, biaya tahunan hanya sekitar 10 dolar AS.
Tidak ribet, tidak memberatkan, dan tidak membuat warga berpikir dua kali untuk patuh. Kebijakan ini menunjukkan satu hal penting: ketika aturan masuk akal, masyarakat akan lebih mudah taat.
Negara tidak selalu harus menekan rakyat dengan pungutan tinggi untuk mendapatkan kepatuhan.
Opini: Negara Kecil, Pesan Besar
Timor Leste seolah mengirim pesan halus ke dunia: negara yang baik bukan yang paling ribut mengklaim keberhasilan, tapi yang paling terasa kehadirannya dalam hidup rakyat.
Kebijakan-kebijakan ini mungkin terlihat sederhana. Namun justru di situlah kekuatannya. Tidak berbelit, tidak elitis, dan langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Tentu Timor Leste bukan tanpa tantangan. Tapi langkah-langkah pro-rakyat ini membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya bukan alasan untuk abai. Yang dibutuhkan adalah kemauan politik dan keberanian memilih rakyat sebagai prioritas.
Kadang, untuk belajar tentang kesejahteraan, kita tidak perlu melihat negara besar dan kaya. Cukup menoleh ke tetangga kecil yang bekerja diam-diam—namun dampaknya terasa nyata.
#GP | (Sumber video: jajago.keliling.Indonesia/YouTube)

.png)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar