Perguruan Silat Tuah Sakti yang didirikan oleh Rajo Alam Luhak Nan Tigo Tubagus Datuk Pesisir Ahmad badari tidak hanya berfokus pada pengajaran teknik bela diri, tetapi juga mendidikan pada pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Perguruan yang berada di bawah naungan Rajo Alam Luhak Nan Tigo tersebut menjadikan silat sebagai sarana pendidikan menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan budaya.
Dalam setiap pembekalan pendidikan dan pelatihan, Silat Tuah Sakti menerapkan empat azas utama, yakni Azas Beradab, Azas Berbathin, Azas Berbudaya, dan Azas Bersportivitas.
Keempat azas ini menjadi pondasi dalam membentuk pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga memiliki kedewasaan mental serta kekuatan spiritual.
Materi latihan juga difokuskan pada pembelajaran adab dan akhlak yang bersumber dari norma-norma agama, sebagai upaya menyeimbangkan kemampuan bela diri dengan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
“Silat bukan hanya soal gerak dan teknik, tetapi juga tentang sikap, adab, dan akhlak.
Kami ingin melahirkan generasi muda yang berprestasi, berbudaya, dan berkarakter,” ungkap salah seorang pelatih, Edi Suantra DT.Talangik.
Selain teknik dasar dan lanjutan silat, para peserta juga dibekali materi khusus yang bertujuan memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Melayu serta filosofi silat sebagai warisan leluhur dan bagian dari identitas Bangsa Indonesia.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Perguruan Silat Tuah Sakti diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan bela diri, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya serta berakhlak mulia.
Perguruan Silat Tuah Sakti secara resmi diikrarkan pada 14 September 2025 di Pekanbaru, Kota Bertuah, sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan seni bela diri tradisional yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan moral.
GP/MDS





Tidak ada komentar:
Posting Komentar