Tanah Datar(SUMBAR)GP — Kerusakan jalan di kawasan atas Pertamina kembali menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun, sejumlah pihak menilai warganet seharusnya tidak hanya menyalahkan pemerintah daerah atas kondisi tersebut.
Kerusakan jalan diduga kuat dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat, khususnya truk pengangkut minyak yang keluar-masuk menuju area Pertamina.
Setiap harinya, kendaraan dengan muatan besar melintas di ruas jalan tersebut, bahkan sebagian di antaranya melakukan aktivitas pelansiran minyak secara rutin.
Aktivitas kendaraan bermuatan berat ini dinilai memberikan tekanan berlebih pada struktur jalan, sehingga mempercepat kerusakan, terlebih jika kondisi jalan tidak dirancang untuk menahan beban tonase tinggi dalam jangka panjang.
Masyarakat menilai persoalan jalan rusak ini merupakan tanggung jawab bersama, tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh pihak, termasuk pengelola distribusi BBM dan pihak-pihak yang memanfaatkan akses jalan tersebut, agar kerusakan tidak terus berulang.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan yang melampaui kapasitas muatan juga dinilai perlu diperketat. Tanpa pengendalian yang jelas, perbaikan jalan dikhawatirkan hanya bersifat sementara dan kembali rusak dalam waktu singkat.
Warga berharap adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari pengaturan jam operasional kendaraan berat, pembatasan muatan, hingga sinergi antara pemerintah, pihak Pertamina, dan aparat terkait demi menjaga kualitas infrastruktur jalan dan keselamatan pengguna jalan.
#GP/MDS





Tidak ada komentar:
Posting Komentar