Dinaspangtan Padang Panjang Sosialisasikan Pelaksanaan Qurban 2020 - Go Parlement | Portal Berita

Breaking

Senin, 15 Juni 2020

Dinaspangtan Padang Panjang Sosialisasikan Pelaksanaan Qurban 2020



Padang Panjang(SUMBAR).GP- Pemerinta Kota (Pemko) Padang Panjang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menyiapkan program sosialisasi untuk pelaksanaan pemotongan hewan Qurban pada Hari Raya Idul Adha di penghujung Bulan Juli mendatang. 

Hal ini disampaikan Kepala Dispangtan Kota Padang Panjang Ade Nafrita Anas di ruangan kerjanya, Senin (15/06) saiang tadi.

Ade Nafrita Anas mengatakan, pada tahun 2020 ini pelaksanaan  pemotongan hewan Qurban di Kota Padang Panjang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. 

Terkait hal ini maka melalui Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang yang setiap tahun akan melalukan langkah/kegiatan terkait pelaksanaan pemotongan hewan qurban tersebut antara lain:

1.Sosialisasi pemilihan hewan qurban yang sesuai dengan syarat teknis kesehatan hewan dan syarat syariahnya yang biasanya pertemuan langsung di tahun ini diganti dengan menempel poster/leaflet             di Mesjid/mushalla di tempat pelaksanaan pemotongan hewan qurban.

2.Sosialisasi pelaksanaan tata laksana/proses pemotongan, pendistribusian dan pengemasan daging yang baik.

3.Pemeriksaan Anthemortem (Pemeriksaan sebelum pemotongan hewan) dan PostMortem (Pemeriksaan hewan setelah dilakukan pemotongan) oleh petugas teknis kesehatan hewan dinas dan UPTD Puskeswan serta PPL di kandang penanpungan hewan qurban dan di tempat pelaksanaan pemotongan.

4.Penandaan pada ternak hewan qurban yang telah di periksa  secara Anthemortem oleh petugas dengan penning/penomoran.

5.Penerapan protokol pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang sesuai denga surat edaran dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor :0008/SE/PK.320/F/06/2020 Tentang: Pelaksanaan Kegiatan Qurban dalam Situasi Wabah Bencana                 Non Alam Corona Virus (Covid-19). (terlampir Surat Edarannya).

6. Membuat dan menyebarkan surat :

a. Surat Himbauan terkait pelaksanaan  pemotongan hewan qurban oleh; Walikota Padang Panjang, Ketua DPRD Kota Padang Panjang dan Kapolres Padang Panjang.

b. Surat Edaran terkait teknis pelaksanaan Pemotongan hewan qurban di Kota Padang Panjang oleh; Walikota Padang Panjang dan Ketua MUI Kota Padang Panjang.

“Sebagai gambaran dari isi Sosialisasi terkait pelaksanaan pemotongan hewan qurban ditahun 2020 ini, antara lain tentang cara memilih calon hewan qurban yang sesuai syarat kesehatan hewan antara lain atau ciri-ciri hewan sehat secara umum. 

Misalnya, hidung hewan sedikit basah, tidak becek, tidak bersin-bersin, nafas tidak berat atau batuk; mulut tidak berlendir; telingga selalu bergerak; tingkah laku yang enerjik, tidak lesu atau menyendiri.
Kemudian juga dilihat nafsu makan yang baik; bulu mulus, mengkilat dan tidak kusam. Selain itu juga perlu diperhatikan kaki tegak & lurus; kuku kaki bersih, bebas dari penyakit kuku, kuku tidak panas, tidak bengkak atau bengkok; kotoran ternak tidak encer karena diare; ekor selalu bergerak; bokong bulat padat bertanda sapi gemuk; ternak jantan testis harus simetris; perut ramping &tidak kendor ke bawah,” terang Ade Nafrita Anas.

Pada kesempatan Ade Nafrita Anas menjelaskan bahwa sosialisasi ini juga akan mengarah pada syarat hewan Qurban dari segi umur; sarana dan peralatan pelaksanaan hewan qurban, pengecekan/memastikan konndisi pada hewan ternak, larangan memotong hewan qurban betina produktif, penggunaan kantong kemasan daging yang transparan atau bening, penyembelihan tidak dilihat oleh anak-anak pengunjung dan tidak dilihat oleh ternak qurban lainnya.

Sebagai informasi data pelaksanaan pemotongan hewan qurban tahun 2019, disebutkannya jumlah hewan Qurban yang dipotong di Kota Padang Panjang: 

Sapi Jantan= 565  ekor, Sapi Betina= 13 ekor, jumlah Sapi Jantan dan Betina= 578 ekor, Kambing Jantan= 17 ekor, Kambing Betina= 4 ekor, jumlah kambing jantan dan betina= 21 ekor, sedangkan total pemotongan seluruhnya= 599 ekor. 

“Melihat dari data masih ada pemotongan hewan qurban betina sebesar 2,24% ditahun 2019 sedangkan ditahun 2018 sebanyak 16 ekor atau 2,78% dari total pemotongan ditahun 2018 yaitu= 602 ekor. 

Harapan kita, pemotongan ternak ruminansia (mamalia) betina produktif sebagai hewan qurban tidak terjadi lagi.

"Sebab hal ini sebetulnya terancam pidana penjara atau denda paling sedikit Rp300 juta,” beber Ade Nafrita Anas mengingatkan.

#GP | ADV | RED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...


Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS