DPRD Sawahlunto Membahas RAPBD tahun 2020.



Sawahlunto(SUMBAR).GP- Eka Wahyu SE, pimpinan DPRD Kota Sawahlunto bersama 4 fraksi DPRD mulai membahas Draft RAPBD tahun 2020 yang telah diajukan oleh Walikota Sawahlunto, pada 31 Oktober 2019 lalu.

Dalam draft yang menentukan arah jalannya pembangunan Kota Sawahlunto pada tahun 2020 ini, besaran  Belanja Daerah akan menurun bila dibandingkan dengan anggaran belanja pada tahun 2019 ini.

Penurunan belanja daerah sebesar Rp 9,8 Milyar atau 1,45%, terjadi karena salah satunya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan keuangan daerah, karena masih bergantung kepada dana transfer, Pemerintah Pusat.

Mengatasi masalah ini, Walikota Deri Asta mengatakan pada  sidang Paripurna DPRD yang berlangsung pada rabu (6/11) kemaren bahwa pihaknya, akan mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah dan pengelolaan Perusda sebagai salah satu sumber dari Pendapatan Asli Daerah ( PAD).

Menjawab pertanyaan dari beberapa anggota dewan, terkait dengan Dana Insentif Daerah (DID) yang tidak diterima oleh Sawahlunto pada tahun 2020 ini, Deri Asta  menyatakan bahwa Pemerintah sudah berusaha untuk memenuhi berbagai kriteria guna mendapatkan dana reward.  Namun ada beberapa kriteria yang di luar kemampuan kita, antara lain belum terpenuhinya kinerja 2 tahun terakhir (2017-2018), yang semestinya harus terpenuhi oleh Pemerintah Daerah.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Eka Wahyu, SE dengan seksama mendengarkan pihak pemerintah memaparkan, "Meski Belanja Pembangunan menurun namun pada hakikatnya, pembangunan infrastruktur untuk setiap kecamatan akan tetap diupayakan merata. Hal ini, sesuai dengan visi misi dan hasil musrenbang dari empat kecamatan yang ada di Kota Sawahlunto," ujar Walikota.


#GP | ril | FD

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred