Al Azhar Bukittinggi Peringati Hari Pahlawan, Bung Tomo Sukses Bakar Semangat Pejuang



Bukittinggi (SUMBAR). GP- Setiap tanggal 10 November seluruh instansi pemerintahan, lembaga-lembaga swasta dan sekolahan memperingati hari pahlawan. Peringatan hari pahlawan tersebut bermakna mengenang jasa para pahlawan yang  telah berjuang memerdekakan atau mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia tercinta ini.

Begitu juga dengan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar di Jl. Mr. Asaat No 70, Campago Guguk Bulek,  Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi, Sumatera Barat. Sekolah berbasis agama itu turut memperingati hari pahlawan nasional meski lebih cepat dari pada biasanya, yakni pada hari ini, Jumat (8/11).

Pantauan media ini di sekolah tersebut terlihat sejumlah siswa-siswi  berpakaian khas para pahlawan. Ada yang berbakaian Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Imam Bonjol, Cut Nyakdhien, Soetomo dan pahlawan nasional lainnya.  
"Mereka anak-anak terlihat pada senang berpakaian ala pakaian pahlawan nasional ini," ujar Ustazah Wiya, guru kelas 1V Marwah Al Azhar.

Sementara, orang tua wali murid sebelum anak-anak mereka berangkat ke sekolah terlebih dulu telah mempersiapkan pakaian berciri khas pakaian pahlawan. Dan tentunya para orang tua wali murid tersebut bangga melihat anak-anak berpakaian yang tidak seperti biasanya.  

" Anak-anak terlihat ganteng-ganteng dan cantik-cantik ya. Semoga semua anak-anak menjadi generasi penerus yang shaleh dan shalehah. Amin...," harap salah seorang wali murid, Rosmiati.

Pidato Bung Tomo "Merdeka atau Mati" Sukses Bakar Semangat Pejuang Indonesia

Peringatan Hari Pahlawan 10 November tidak lepas dari sejarah panjang pemuda Indonesia di Surabaya yang bertekad melawan tentara Inggris. Kala itu tentara Inggris menginginkan rakyat Indonesia menyerah. Ancaman pasukan Inggris melalui pesan agar rakyat Indonesia menyerah, mengangkat bendera merah putih sekaligus penyerahkan senjata disambut tantangan perlawanan oleh pemuda Indonesia. Pemuda dan seluruh rakyat Indonesia bertekad memperjuangkan kemerdekaan melalui seruan semangat perjuangan yang diteriakan langsung oleh Pahlawan Nasional, Soetomo atau lebih dikenal dengan Bung Tomo.
Berikut teriakan heroik Bung Tomo melalui pidatonya pada tanggal 10 November 1945, sukses membakar semangat pejuang Indonesia di Surabaya. 
Bismillahirrahmanirrahim
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,  teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja.
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
Didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa ra’jat Indonesia di Soerabaja
Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
Pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
Pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
Pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,

Didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng, telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia, ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini

Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada, tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
Siaplah keadaan genting, tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara, pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar. 
Pertjajalah saoedara-saoedara, Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

# GP | AN

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred