Sijunjung(SUMBAR).GP— Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sijunjung melalui Penyuluh Agama Islam, turut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang diselenggarakan bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Sijunjung.
Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Sosialisasi pertama berlangsung pada Rabu (24/06) di Bukik Ponggang, Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan. Selanjutnya, kegiatan kedua dilaksanakan pada Kamis (25/06) di Nagari Padang Laweh Kecamatan Koto VII.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sijunjung, Nori Bahar, MH., menyampaikan materi tentang "Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak menurut Islam".
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan nilai-nilai agama dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Peserta diajaknya untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar, serta memahami langkah-langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan apabila menemukan atau mengalami tindak kekerasan.
Kegiatan yang digelar merupakan bagian dari upaya bersama lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mampu menciptakan keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan melindungi hak-hak perempuan serta anak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sijunjung, H. Okto Verisman, mengapresiasinya atas sinergi yang terjalin antara Kemenag dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kementerian Agama memiliki peran strategis melalui penyuluh agama, untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok yang rentan.
Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin sadar bahwa keluarga adalah benteng utama dalam mencegah terjadinya kekerasan, ujar H. Okto Verisman.
H. Okto Verisman juga berharap kegiatan serupa terus diperluas, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak.
#GP | Nori.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar