ANKARA – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki resmi membuka rangkaian perayaan Milad ke-10 pada Kamis (13/2) di Aula AraÅŸtırma ve Kültür Vakfı, Ankara. Mengangkat tema refleksi satu dekade, acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan kader dari berbagai wilayah di Turki.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syamil Anfaresi, disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, İstiklal Marşı, dan Mars Sang Surya yang dibawakan dengan khidmat oleh seluruh peserta.
Ketua Araştırma ve Kültür Vakfı Merkezi Ankara, Bapak Mehmet Mahitapoğlu, dalam sambutannya menekankan bahwa perbedaan kewarganegaraan bukan penghalang persaudaraan sesama Muslim. Beliau berharap kader Muhammadiyah di Turki terus konsisten membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari di perantauan.
Sementara itu, Ketua PCIM Turki periode 2024-2026, Dr. Ahmad Dhiyaul Haq, mengingatkan bahwa posisi PCIM Turki saat ini adalah hasil dari kerja keras kolektif para kader terdahulu.
“Bermuhammadiyah di luar negeri itu tantangannya besar, apalagi di tengah kesibukan kuliah. Tapi konsistensi dalam gerakan-gerakan kecil inilah yang menjaga kita tetap ada sampai 10 tahun,” ujar Dr. Dhiyaul. Ia juga berpesan agar PCIM Turki terus menjadi wadah bagi kader untuk tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Masuk ke agenda inti, Bapak Mehmet Ekim dari Din İşleri Yüksek Kurulu Uzmanı mengisi pengajian dengan tema “Islam yang Menyinari Negeri Dua Benua”. Dalam diskusi yang dipandu Lazuardi Fadlan ini, ia menjelaskan bahwa kekuatan umat Islam, khususnya hubungan Indonesia-Turki, bisa dipererat melalui kolaborasi pendidikan dan pertukaran pelajar.
Ia juga sempat mengulas makna Khaira Ummah (umat terbaik), yang menurutnya adalah generasi yang sadar akan tujuan hidup dan memahami esensi kemanusiaan.
Selain agenda formal, acara juga diisi dengan pemutaran video dokumenter perjalanan 10 tahun PCIM Turki dan penganugerahan Mas Mansur Award sebagai bentuk apresiasi bagi kader yang berdedikasi. Suasana cair pun terbangun saat sesi ice breaking dan ramah tamah yang diikuti oleh seluruh peserta sebelum acara resmi ditutup.
#GP | Red | Muhammad Dihya Rafi Akhtar






Tidak ada komentar:
Posting Komentar